Semua ebook dalam website ini tidak berbayar. Jika ada link yang meminta bayaran atau ada link yg error mohon sampaikan ke kami dengan memberi komen di kolom komentar beserta link postingan kami yg bermasalah. Terimakasih banyak.

Sunday, October 26, 2014

Introduction to Fillmore's Case Grammar

Introduction to Fillmore's Case Grammar

About Charles Fillmore

Apa itu Case Grammar?

Case grammar (tata bahasa kasus) ialah salah satu aliran atau approach dalam ilmu linguistik yang pertama kali dicetuskan oleh Charles J. Fillmore tahun 1968 dalam papernya berjudul "the case for case" pada Universals in Linguistic Theory (1968) yang sebelumnya ditampilkan di paper "A proposal concerning English preposition" pada Georgetown University Round Table on Languages and Linguistics 1966 yang mana kemudian direvisi dalam paper "Toward a modern theory of case" pada Modern studies in English (1969).
Case grammar diperkenalkan sebagai tanggapan atau modifikasi dari aliran transformational grammar atau transformational-generative grammar (TGG) yang telah hadir sebelumnya. TGG diperkenalkan oleh Noam Chomsky pada tahun 1957. 
Fillmore mengembangkan case grammar setelah melihat adanya masalah pada TGG. Fillmore melihat adanya peran semantic pada noun dalam hubungannya dengan verb yang tak dapat diterangkan oleh TGG. Analsis case grammar berfokus pada perbedaan yang jelas antara deep structure dan surface structure. Case grammar sama saja dengan analisis TGG; perbedaannya terletak pada konsep case yang dimiliki oleh Fillmore. Case grammar biasa diistilahkan TGG yang berdasarkan konsep case. 
Menurut Fillmore, subject dan object termasuk dalam kategori surface structure bukan deep structure.
Harapan Fillmore ialah bahwa dengan membedakan anatara hubungan "surface and deep structure case", dengan menginterpretasikan subject dan object ke aspek surface structure, dan dengan meliht bentuk phonetic kata benda (noun) case system dapat ditampilkan sesuai untuk semua bahasa. 

Jenis-jenis Case dalam Case Grammar

Case grammar mempunyai case system yang terdiri dari beberapa case. Jenis-jenis case yang dimaksud merupakan bentuk dari semantic role yang diperankan oleh setiap noun dalam kalimat baik berposisi sebagai subject maupun object. 
Fillmore pada awalnya (1968) me-list beberapa case termasuk Agentive (A), Instrumental (I), Dative (D), Factitive (F), Locative (L), dan Objective (O). Tapi dia mengkualifikasi kembali bahwa case lainnya akan dibutuhkan termasuk Benefactive (B), Time (T) dan Comitative (C). Yang kemudian menghilangkan Factitive (F) pada revisinya tahun 1969.

Agentive (A)
The agentive case is 'the case of the (typically animate) perceived instigator of the action identified by the verb.
Agentive case (A) merupakan case (kasus) yang ditujukan untuk pelaku / inisiator (secara semantic) yang melakukan tindakan. Singkatnya bisa diistilahkan sebagai "the doer of the action". 
Agentive case mesti selalu berposisi sebagai subject dari kalimat aktif (active sentence). 
Agentive digunakan untuk benda hidup (animate) termasuk robot dan nation. 
Contoh Agentive dalam kalimat:
John /broke /the window.
 A         V             O                                 --> A=S
The window /was broken /by John. 
           O               V              A                --> A=PP
Analisis: Kalimat pertama John masuk dalam kasus Agentive (A). John dalam kalimat ini berposisi sebagai subject kalimat. Kalimat ke dua by John masuk dalam kategori Agentive (A) yang mana berposisi sebagai prepositional phrase (PP). 

Instrumental (I)
The instrumental case is 'the case of the inanimate force or object causally involved in the state or action identified by the verb'.
Kasus yang ditujukan kepada alat atau tenaga (force) benda mati / tidak bernyawa yang terlibat dalam tindakan yang diekpresikan oleh verb. Kata wind termasuk dalam kategori natural force. Instrumental case dapat berposisi sebagai subject (S), direct object (DO) dari kata kerja use dan juga dalam bentuk prepositional phrase (PP). Penanda dari instrumental case ialah preposition by jika tidak terdapat agentive case dalam kalimat dan with jika terdapat agentive case.
The hammer /broke /the window. 
          I              V                O                              --> I=S    
John /used /a hammer.
  A       V          I                                                   --> I=DO
The window /was broken /with a hammer. 
         O                  V                     I                      --> I=PP         
The window /was broken /by the storm.
         O                  V                     I                      --> I=PP
Analisis: Kalimat pertama diketahui bahwa the hammer masuk dalam kategori instrumental case. Penanda preposition by dari instrumental case pada kalimat ini terlihat jika dijadikan menjadi kalimat passive (lihat contoh 3). Pada kalimat ke dua, instrumental case (a hammer) berposisi sebagi direct object (DO) dari kata kerja use. Kalimat ke tiga dan ke empat meletakkan with a hammer dan by the storm sebagai instrument yang berposisi sebagai prepositional phrase (PP).

Dative (D) --> Experiencer (1971)
The dative case is 'the case of the (animate) being affected by the state or action identified by the verb.
Dative ditujukan untuk case benda hidup (animate) yang dipengaruhi oleh aksi kata kerja. Dative dapat berada pada posisi subject (S), direct object (DO), atau indirect object (IO) untuk nonaction verbs; juga sebagai indirect object (IO) untuk state or action verbs yang biasa ditandai dengan preposition to.
John /believed /the story. 
D       V             O                       --> D=S
The book /was boring /to John. 
O              V                  D           --> D=IO
The movie /pleased /John.
O               V            D                --> D=DO
John /gave /the book /to Mary.
A      V        O             D             --> D=IO

Objective (O)
The objective case is 'the semantically most neutral case, the case of anything representable by a noun whose role in the action or state identified by the verb is identified by the semantic interpretation of the verb itself'.
Karena terdapat Factitive case dalam daftar cases yang disebutkan oleh Fillmore, Fillmore mengatakan bahwa Objective case mungkin sebaiknya diberibatasan untuk ditujukan ke benda mati (inanimate) yang dipengaruhi (affected) oleh verbal action. Benda mati yang disebabkan / diakibatkan (effected) atau dihasilkan (created) oleh verbal action lebih cocok ditujukan ke Factitive case. Objective case dapat berposisi sebagai subject atau object (either) dari nonaction verbs dan sebagai direct object (DO) dari action verb. Objective case tidak didahului oleh penanda preposisition.
The story /is true. 
O              V                                           O=S
John /liked /the movie. 
D       V        O                                       O=DO
Mary /opened /the door. 
A        V           O                                    O=DO
We /persuaded /John /he could win.
A    V                D        O=S                    O=Sentence

Factitive (F)
The Factitive case is 'the case of the object or being resulting from the state or action identified by the verb, or understood as part of the meaning of the verb'. 
Factitive case ditujukan ke object yang menjadi hasil dari aksi / tindakan kata kerja. Olehnya Factitive case biasa diistilahkn Resultative case. Factitive case digunakan untuk membedakan EFFECTED VERB dan AFFECTED VERB; juga digunakan untuk cognate object conctruction. Factitive case tidak pernah berposisi sebagai subject dalam kalimat. Factitive case tidak didahului oleh penanda preposisition.
John /built /a table. 
A        V      F                        F=effected O
Mary /dreamed /a dream
D       V              F                 F=cognate O

Locative (L)
The locative case is “the case which identifies the place or spatial orientation of the state or action identified by the object".
Locative case ditujukan ke kasus yang mengindentifikasi arah / lokasi tempat kejadian dari state atau action verb.
Locative case terdiri dari dua: stative locative dan directional locative.
Penanda preposition untuk stative locative ialah at, in, on (menggunakan state verb); untuk directional locative ialah to / from, into/ out of (menggunakan motion verb).
Locative case bisa berposisi sebagai subject atau direct object tapi lebih sering dalam bentuk prepositional phrase
The toys /are /in the box.
O            V     L                                L=PP
The box /contains /the toys. 
L             V             O                       L=S
John /sprayed /paint /on the wall. 
A       V            O       L                     L=PP
John /sprayed /the wall /with paint.
A       V             L            O               L=DO

Comitative (C)
The comitative case is a grammatical case that denotes accompaniment.
Comitative case ditujukan ke case yang mengekspresikan penyertaan (teman). Penanda preposition untuk Comitative ialah with, together with, accompanied by, in accompany with. Comitative case bisa berposisi sebagi subject jika menggunakan kata kerja have.
The children /are /with Mary. 
O                    V      C                          C=PP
Mary /has /the children /with her.
C        V      O                  C-copy        C=S

Fillmore pada tahu 1971 menambahkan Source (S), Goal (G), Time (T), Benefactive (B).
Fillmore's Case System
Fillmore's Case System
Source (S)
Source is the origin or starting point of motion; it refers primarily to the place-from-which the motion begins. 
Source ditujukan ke 'earlier location' (motion verb).
Source ditujukan ke 'earlier state' (state verb).
Source ditujukan ke 'earlier time' (time verb).
Penanda preposition yang biasa digunakan ialah from, away from, out of, off of.

Goal (G)
Case is the end of motion; it refers to the place-towards-which the motion tends.
Goal ditujukan ke 'final location' untuk motion verb,
Goal ditujukan ke 'final state' untuk state verb.
Goal ditujukan ke 'final time' untuk time verb.
Penanda preposition yang biasa digunakan ialah to, towards, into, onto.
Setelah hadirnya Goal case pada revisi Fillmore 1971, Goal kemudian menggantikan Factitive (F). Contoh kalimat: he wrote a poem
I /gave /it /to you.
S    V    O     G
He /changed /from a frog /into a prince.
O         V             S                G

Location (L)
Location is the place where an object or event is located.
Location case ditujukan ke lokasi kejadian.
He was sitting under a tree in the park on a bench.

Time (T)
Time is the time at which an object or event is located.
Time case ditujukan ke waktu kejadian.
Jeffrey spent Tuesday afternoon about three o'clock at the beach.
The meeting lasted an hour.

Benefactive (B)
Benefactive is the one who benefits from an event or activity. 
Benefactive case ditujukan ke orang yang mendapat keuntungan dari sebuah peristiwa atau aktifitas.
Penanda preposition yang digunakan untuk benefactive ialah for (for the sake of)
Dalam case system bersama dengan benefactive, Agent melakukan sesuatu untuk seseorang (Benefactive) dengan sengaja atau dengan sukarela.
She opened the door for Tom.
She did it for me

Case Frame

Dalam setiap frame mesti ada satu case. In practice, case frame yang ditampilkan oleh Fillmore pada tahu 1968 mempunyai satu, dua, atau tiga case. Tapi, in principle, Fillmore tidak meniadakan atau mengecualikan case frame yang terdiri dari empat case atau lebih. 
Tidak ada case yang boleh tampil lebih dari satu kali dalam satu kalimat [baca: clause]. Dikenal dengan istilah "'the one-instance-per-clause principle".
Namun kemudian banyak ahli yang tidak menggunakan prinsip ini sperti Anderson (1977) yang tetap menggunakan case yang sama dalam satu frame. Contoh:
John /is /president.
   O    V     O
John /became /president.
O          V           O
They /elected /John /president.
  A        V        O         O
 John /was elected /president.
    O          V              O
John /walked /the dog.
   A        V         A
He /worked /the staff hard.
  A      V           A
He /marched /the man /home.
 A       V           A          G

Dalam setiap frame, Agentive dan Objective merupakan case yang lebih mendasar dan diperlukan dibanding case lainnya. Tapi Fillmore mengatakan bahwa tidak ada aturan yang mewajibkan bahwa setiap kalimat mesti minimal menggunakan Agentive maupun Objective case. Karena faktanya Dative, Locative, dan bahkan Instrumental bisa menjadi case satu-satunya dalam sebuah frame. 
In practice, semua case kecuali A dan O nampak diberi pengecualian; diakui bahwa tidak ada restriksi secara prinsip melainkan sebuah generalisasi terhadap contoh-contoh yang digunakan.
Fillmore selalu menuliskan case dalam frame dari arah kiri ke kanan kecuali kasus comparative. Berikut contoh frame.

The door /opened.                                 --> Case Frame: [___O]
O              V
John /opened /the door.                         --> Case Frame: [___A+O]
A       V           O
The wind /opened /the door                 --> Case Frame: [___I+O]
I                V           O
John /opened /the door /with a chisel.    --> Case Frame: [___A+O+I]
A         V            O             I

Berdasarkan penjelasan di atas dari Model case Fillmore (1968), case frame dapat dibedakan menjadi dua bagian: (1) basic case frame yang hanya menggunakan A case dan the O case (either atau both); dan (2) secondary case frame yang menggunakan case A dan O (either / both) disertai baik Instrumental, Dative, ataupun Locative. Yang mana selanjutnya jenis verb dibedakan ke dalam Basic verb, Instrumental verb, Dative verb, atau Locative verb (dijelaskan satu persatu di bawah).
Kehadiran sebuah case dalam setiap frame ditentukan oleh jenis verb yang ada yang mana biasa ditampilkan Fillmore dalam bentuk matrix. Dalam penentuan setiap case, Fillmore membedakan dua jenis kata kerja: state verb dan action verb. Perbedaan antar state verb dan action verb berdasarkan pada artikel George Lakoff (1966) berjudul On stative adjectives and Verbs. Dalam artikel ini, Lakoff mengidentifikasi bahwa verb yang masuk kategori state verb tidak bisa dijadikan progressive atau imperative [-progressive, -imperative], dan action verb bisa dijadikan progressive atau imperative [+-progressive, +imperative]. Kesimpulan Lakoff bahwa walaupun kebanyakan adjective masuk kategori state, ada juga yang masuk kategori action misalkan: be quiet, be noisy. Walaupun kebanyakan verb masuk kategori action, ada juga masuk kategori state, misalkan: know, want, like. Lakoff menemukan pengecualian terhadap beberapa verb yang tidak masuk kategori action ataupun kategori state yang kemudian dia masukkan dalam kategori directional verb, misalkan: stay, keep, remain dan position verb: sit, stand.
Berikut case frame matrix (Fillmore 1968):
Fillmore's Case Frame Matrix
Fillmore's Case Frame Matrix
Kata kerja die dimasukkan pada kolom D dan kata kerja kill ke dalam A-I-D (1968), tapi kemudian kasus Dative (D) pada masing-masing verb (die / kill) direvisi menjadi kasus O (1969). Kata kerja plantsmear dimasukkan dalam kategori A-I-L (1968) kemudian diubah menjadi A-O-L (1969). Perubahan ini berdasarkan pada revisi Fillmore  tahun 1969 yang tidak lagi menggunakan A-I-D frame dan A-I-L frame yang telah diganti menjadi A-I-O dan A-O-L.

Basic Verb Types
Kata kerja yang masuk kategori basic verb menggunakan A case dan O case (either / both), tidak menggunakan case lainnya (I, D, L). Maksudnya: jenis verb ini bisa membentuk suatu frame (baca: kalimat yang benar) hanya dengan menggunakan A case dan O case (either or both).

- State verb hanya menggunakan O case. Contoh verb masuk kategori ini: be true, turn out, break (iv), cook (iv), die, open (iv), wake up (iv), bend, move, rotate, turn. Sehingga bentuk case frame untuk verb jenis ini berbentuk +[___O]. Di mana O=S. 

- Action verb hanya menggunakan A case. Contoh: run. Bentuk case frame: +[___A]. 

- Action verb yang menggunakan A dan O/F. Contoh: break, (tv), buy, cook (tv), kill, murder, open (tv), terrorize, wake up (tv), learn, listen, look at, remove, say. Bentuk frame: +[____A,O] dan kata kerja build yang menggunakan F case. Bentuk frame: +[___A,F].

Instrumental verb
Jenis verb dalam kategori ini menggunakan Instrumental case tapi juga boleh menggunakan O dan A (either / both)

- State Instrumental verb menggunakan I case atau I dan O case, di mana I berposisi sebagai Subject (S). Contoh verb menggunakan I case: be warm. Bentuk framenya +[____I]. Dan contoh verb menggunakn I dan O: break (tv)), kill, open (tv) + Ins, wake up (tv) + Ins. Bentuk frame: +[__ I, O].

- Action instrumental verb menggunakan A dan I atau A, I, dan O. Contoh verb yang menggunakan A dan I:use. Bentuk frame: +[____ A, I]. Contoh verb yang menggunakan A, I, dan O case: break (tv), kill, murder, open (tv), wake up (tv). Bentuk frame: +[____ A, I, O]. 

Dative Verb
State Dative verb menggunakan D case, atau D dan O case. 
+ [___D]                           be sad
+ [___D, O] /D-subject      believe , expect, hear, know, like, see, think, want, have          
+ [___D, O] /O-subject      be apparent, be interesting, please, belong to

Action Dative verb menggunakan A, O, dan D.
+ [___A, D, O]                    blame, force, persuade, show, talk, give

Locative Verb
Satet Locative menggunakan L 
+[___L]                              be hot, be windy (meteorological) 

Action Locative menggunakan O case dengan L / C case. 
+ [____O,L] /O-subject         be in, be on, swarm
+ [____O,L] /L-subject         have in, have on, swarm                       
+ [____O,C] O-subject         be with
+ [____O,C] C-subject         have with

Action Locative menggunakan A, O, dan L case. 
+ [____A,O,L]                    keep, leave put; plant, smear, spray, stuff, stack

Daftar Kata Kerja Lengkap Case Grammar



Referensi Utama:
Case Grammar Theory by Walter Anthony Coo (1989). 

Others:
Wikipedia
Morphosyntax oleh Prof. Dr. Abdul Muis Ba'dulu; diterbitkan oleh Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar (2010)
Slideshare (About Charles Fillmore's picture)

Don't Miss